Rss

Selasa, 04 November 2014

BERTANI YANG SELARAS DENGAN ALAM DAN BERKELANJUTAN


Cara pandang yang berkembang pada jaman modern ini menempatkan bertani sebagai sebuah jenis pekerjaan di antara berbagai jenis pekerjaan lainnya. Bertani menjadi cara seseorang mendapatkan penghasilan. Jika kemudian penghasilan itu diukur dengan uang, maka bertani adalah sebuah cara menghasilkan sejumlah uang. Te
tapi cobalah kita pikirkan baik-baik dengan pikiran yang jernih, apakah benar kalau tujuan kita bertani itu sekedar untuk menghasilkan uang?
Pakde Sastro Petani Singkong
Pakde Sastro sedang mengamat-amati tanaman singkongnya yang baru berumur 5 bulan. Ia tersenyum puas melihat perkembangan tanamannya. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh sebuah sepeda motor yang nyaring sekali suaranya. Ternyata seorang muda, yang telah dikenalnya, Kang Parmin.
Kang Parmin berhenti di dekat Pak de Sastro, :
“Sugeng sonten pak de!”, kata kang Parmin.
“Sugeng sonten.” Jawab Pakde Sastro. ”Dari mana saja sampeyan tadi?”
“Wah, ini lho Pak de, saya baru saja melihat tanaman singkongnya Lik Paijo di sebelah selatan sana.” Kata Kang Parmin.
“Sudah jadian harga berapa?”
“Mintanya sih, mahal pak de, tanaman baru berumur sekitar 5 bulanan, minta diborong 5 juta .” cerita Kang Parmin sambil mengambil rokok dan menawari rokok Pak de Sastro.
“Sudah, matur nuwun.” Kata Pakde Sastro. Ia pun merogoh saku bajunya dan mengambil rokok. Mereka berdua lantas mengambil tempat duduk di bawah pohon rindang pinggiran ladang singkong tersebut. Sambil menikmati rokok mereka masing-masing, Pakde Sastro dan Kang Parmin melanjutkan percakapannya mengenai harga singkong.
“Sekarang ini agak sulit lho memperkirakan harga borongan singkong itu. Kemarin itu, tempatnya Mas Hadi saya borong 4 juta saja, saya gak dapat ujung. Cuma pas-pasan untuk bayar kuli sama mobil yang muat ke pabrik.” Kata Kang Parmin.
“Kalau tanaman saya ini, sampeyan berani berapa?” kata Pakde Sastro.
“Apa Pakde mau borongkan sekarang?” Kata Kang Parmin.
“Ya..kalau harganya cocok, apa salahnya? “ kata Pakde Sastro.
***
Pertanian – Usaha Tani
Ketika keuntungan yang berupa uang ditempatkan sebagai tujuan dari bertani, maka para petani lantas mulai menghitung-hitung seberapa banyak mereka bisa meraup keuntungan dari tanaman yang ditanamnya. Sejak waktu itu, petani melakukan kegiatan pertanian tidak sebagai cara hidup, tetapi berubah menjadi cara mendapatkan uang. Bertani telah berubah menjadi usaha tani. Sebagai sebuah kegiatan usaha, maka bertani menuntut ketersediaan modal dan penguasaan tehnologi oleh para petani.
Beli Wayan Petani Cabe
“Wah, aku kagum sama beli Wayan. Ladangnya yang hanya seperempat hektar itu, telah menghantarkannya menjadi orang kaya baru di kampung kita ini.” Kata bu Sumi kepada mbok Sastro pada suatu sore di halaman rumahnya.
“ Wayan itu pas lagi mujur aja, dapat untung banyak. Wong harga cabe pas lagi mahal. Coba kalau pas panen harga cabe murah, dia pasti bangkrut.” Kata mbok Sastro.
“Itu terjadi bukan karena kebetulan lho mbok. Saya yakin pasti dia sudah berhitung-hitung dengan cermat; termasuk memperkirakan kapan harga cabe akan menjadi mahal.” Kata bu Sumi.
“Pakde- mu juga kemarin itu rasan-rasan mau ikut-ikutan nanam cabe. Tapi saya larang.” Sahut mbok Sastro, sambil melanjutkan pekerjaan menyapu halaman rumahnya. Dia melanjutkan,” Saya pikir-pikir menanam cabe itu nggak mudah. Rumit pengurusannya dan butuh banyak modal. Padahal, hasilnya kan belum jelas.”
Bu Sumi mendengarkan sambil manggut-manggut.
“Saya malah sebaliknya, mbok. Saya ajak Mas Pras , suami saya, untuk belajar sama beli Wayan. Biar kita ketularan jadi orang kaya juga.” Kata bu Sumi. “Kalau perlu, saya bahkan siap untuk menjual perhiasan saya untuk modal tanam cabe itu.”
“Ya dipikir-pikir dulu lah nduk. Jangan keburu-buru jual perhiasan. Biar suamimu itu paham betul caranya nanam cabe.” Kata mbok Sastro menasehati.
“Kalau Pakde-mu, saya suruh tetap aja nanam singkong. Singkong itu mudah cara ngurusnya, dan selain dijual bisa diolah sebagian untuk gaplek. Namanya juga wong tani, kalau persediaan makan ada kan kita bisa lebih tenang.”
“Ladang sempit gak bisa menghasilkan banyak duit, mbok. Tanam singkong saja tidak pernah cukup untuk makan. Cari-cari tambahan dengan bekerja di ladang orang lain, juga belum pasti dapat kerjaan. “ jawab bu Sumi.
“Kalau petani singkong itu mau makan singkong, pasti cukup untuk makan. Sayangnya, sekarang ini banyak orang tanam singkong tapi tidak bisa dimakan. Kalau semuanya sudah berupa uang, ya pasti dengan cepat menghilang.” Kata mbok Sastro.
***
Pertanian – Penataan Lingkungan
Kekuatan modal dan kekuatan tehnologi yang ditunjang oleh kekuatan politik telah menguasai budaya pertanian. Pertanian telah berubah menjadi industri raksasa di mana berjuta-juta hektar hutan dibabat dan dirubah menjadi industri pertanian dan perkebunan. Berjuta-juta petani telah beralih posisi dari bertani di lahan sendiri, menjadi buruh tani dan buruh pada perusahaan pertanian dan perkebunan. Kemandirian dan kemerdekaan petani telah dirampas. Kesejahteraan petani menjadi tergantung pada kebaikan penguasa dan pengusaha. Pada gilirannya, menjadi petani berarti menjadi tertinggal dan identik dengan menjadi miskin. Pengusaha pertanian atau pelaku agrobisnis memang bisa kaya, tetapi petani bahkan tidak menguasai lahan pertanian dan berubah menjadi buruh tani.
Di berbagai tempat di Indonesia ini telah terjadi pengrusakan lingkungan hutan secara besar-besaran. Dan selalu saja penguasa berpihak kepada para pengusaha. Jika pengusaha yang merusak hutan mereka dikawal dengan aparat keamanan, karena membawa surat ijin dari penguasa. Sementara itu berjuta-juta petani digusur dan dikejar-kejar oleh aparat penegak hukum karena dituduh melakukan perambahan hutan secara liar atau melakukan pembalakan liar.
Pak Hasan Si Tuan Tanah
Pak Hasan adalah penduduk asli Lampung, yang mewarisi tanah adat ratusan hektar. Konon ia termasuk kalangan bangsawan, yang memang memiliki kuasa atas tanah yang diyakininya sebagai tanah leluhur atau nenek moyangnya.
Tanah adat yang luasnya ratusan hektar itu, berupa hutan yang berisi beragam tanaman hutan dan perkebunan yang tidak teratur, karena memang dikuasai secara berangsur-angsur melalui proses berladang yang berpindah-pindah. Ada yang berupa rawa, ada yang berupa kebun lada dan kebun kelapa; dan ada yang berupa semak belukar dengan pohon durian, pohon duku, dan berbagai macam buah-buahan lainnya; ada pohon damar dan berbagai jenis kayu hutan lainnya. Ada rumpun bambu dan kayu jati atau kayu jenis lainnya yang difungsikan sebagai tanda batas tanah yang telah dikuasainya.
Di sebelah perkampungan Pak Hasan, tiba-tiba tanpa diketahuinya lebih dulu, datang serombongan orang dengan alat-alat berat melakukan pembukaan lahan hutan. Setelah bertanya ke sana-ke mari Pak Hasan dapat keterangan bahwa hutan luas di sebelah perkampungannya itu, oleh pemerintah dijadikan tempat pemukiman orang-orang dari pulau Jawa. Pak Hasan mendengar istilah baru yang asing bagi telinganya, Transmigrasi.
Sepuluh tahun kemudian, daerah itu sudah menjadi sangat ramai. Para pendatang dari Jawa itu terus bertambah-tambah. Dan apa yang terjadi dengan Pak Hasan, yang pasti ia sudah menjadi semakin tua. Tetapi lebih dari itu, tanah milik Pak Hasan sudah menjadi kebun-kebun dan ladang-ladang serta sawah yang produktif.
“Itu dulu tanah saya… itu dulu tanah saya…itu dulu juga tanah saya!” kata Pak Hasan sambil menunjukkan jari telunjuknya kearah ladang, kebun dan sawah. Pak Hasan berjalan dengan langkah gontai mendampingi seseorang yang akan membeli sebidang tanahnya.
****
Bertani selaras alam, bagaimanakah itu?
1. Martabat petani: memilih jadi petani atau terjerumus dalam alam pertanian?
Aku punya cita-cita jadi petani kecil
Tinggal di rumah desa dengan sawah ladang sekelilingku…
Ebiet seorang penyanyi, dia bernyanyi tentang cita-citanya menjadi petani kecil- alias petani gurem. Tapi sayang cita-cita Ebiet G.Ad itu tidak kesampaian. Karena dia terlalu sibuk dan asyik menjadi artis penyanyi.
Mungkin sedikit saja orang yang bercita-cita jadi petani. Ada banyak orang yang menjadi petani karena terkondisikan oleh situasi alam perdesaan, anak petani, punya lahan warisan, dan tak punya kesempatan kerja di bidang lain. Katakanlah bahwa sebagian orang menjadi petani karena terjerumus atau terjebak keadaan alam pertanian.
Cara bertani bahkan tidak diwariskan kepada anak-anak para petani. Anak-anak petani tidak sejak dini diajak untuk belajar dan berlatih bertani, karena petani dipandang sebagai nasib buruk, kelas sosial yang rendah dan kurang bermartabat. Karena itu, bertani yang dipikirkan secara luhur dan bermartabat sudah terdesak oleh kesadaran kota, yang memandang kehidupan ideal adalah kehidupan kota dan bukan kehidupan pedesaan.
Ada banyak petani yang rela menjual sawah dan ladangnya demi biaya pendidikan anak-anaknya. Ada banyak para pemuda yang mengadu nasib di kota. Ada sebagian besar orang-orang yang pintar cenderung memilih untuk tinggal di perkotaan. Semua itu semakin mempertegas bahwa menjadi petani itu bodoh, kurang pendidikan dan bukan pilihan hidup yang bernilai mulia. Menjadi petani sama dengan bernasib buruk dan malang. Sialan.
Kaum tani perlu menyadari keberhargaan dirinya sebagai petani. Kalau bukan petani yang mulai mengangkat harkat dan martabatnya sebagai petani, mau menunggu siapa lagi? Kita adalah para petani yang bermartabat; menjadi petani adalah pilihan hidup kita. Sekalipun ada peluang jadi pejabat, kita tetap pada identitas yang melekat erat, Petani.
Menjadi petani itu merupakan pilihan hidup yang mulia. Kemuliaan dan keluhuran petani adalah dalam posisi menyediakan bahan pangan dan bahan baku industri, seraya mengelola keselarasan kehidupan manusia dengan alam lingkungannya. Menjadi petani berarti menjadi pelayan yang memberi kehidupan semua orang.
2. Perputaran musim dan pergiliran tanaman.
Kalau dilihat dari segi iklim negeri kita ini dikenal dengan daerah yang beriklim tropis atau panas. Pada iklim tropis ini, ada 2 musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Di antara musim hujan dan musim kemarau ada musim peralihan.
Ada jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam sepanjang musim, ada jenis-jenis tanaman yang hanya pada musim-musim tertentu saja.
Cara bertani yang selaras dengan alam adalah melaksanakan pertanian dengan mempertimbangkan sifat-sifat tanaman dengan perubahan musim. Maka jenis tanaman musim hujan, ditanam pada musim hujan, jenis tanaman musim kemarau ditanam pada musim kemarau, dan jenis tanaman musim peralihan di tanam pada musim peralihan. Menanam jenis tanaman tertentu pada musim yang sesuai merupakan pilihan bijak dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam.
Melaksanakan pergiliran tanaman yang sesuai dengan musimnya juga merupakan cara para petani leluhur kita (Petani tradisional) untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Hama tanaman mempunyai musuh alaminya masing-masing. Sehingga walaupun tetap ada hama, hama itu terkendali secara alamiah dan tidak merugikan para petani.
3. Bersahabat dengan Gulma, hama dan penyakit tanaman.
Berbagai jenis gulma, hama dan penyakit tanaman adalah juga makhluk ciptaan Tuhan yang berhak untuk melangsungkan kehidupan. Manusia tidak berhak melakukan pembantaian yang mengakibatkan kepunahan jenis-jenis rerumputan, hama maupun penyakit tanaman.
Para petani harus meyakini bahwa sesama makhluk Tuhan harus bisa bersahabat dan menjalin sistem kehidupan sebagaimana tatanan alam semesta yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Manusia tidak bisa hidup tanpa makhluk hidup lainnya.
Sebelum ada insektisida (racun serangga) kaum tani telah memiliki kearifan dalam mengendalikan jumlah serangga yang mengganggu tanamannya. Cara-cara yang dilakukan adalah dengan melaksanakan penangkapan langsung, pelaksanaan tumpang-gilir tanaman, dan menanam tanaman secara serentak. Serangga tetap ada , tetapi terkendali sehingga tidak merugikan.
Sebelum ada fungisida (racun jamur) yang digunakan untuk mengatasi penyakit tanaman, kaum tani telah memiliki cara mengendalikan penyakit tanaman, yaitu dengan melakukan pengolahan tanah, pembajakan dan pengeringan tanah.
Sebelum ada herbisida (racun rumput) kaum tani telah biasa mengendalikan gulma dengan mencabut, membabat , mengkored dan mencangkul untuk mengurangi rumput-rumput yang mengganggu tanaman. Juga menggunakan sisa-sisa tanaman (jerami) untuk mulsa atau penutup tanah.
Cara bertani yang selaras alam merupakan cara bertani alamiah yang bersahabat dengan gulma, hama dan penyakit tanaman. Barang kali memang tidak bisa panen secara maksimal, tetapi alam terjaga keseimbangannya. Kita semua tahu bahwa penggunaan pestisida (Insektisida, fungisida dan herbisida) telah terbukti berakibat pada rusaknya keseimbangan alam, yang juga berakibat pada semakin sulitnya pengendalian gulma, hama dan penyakit tanaman. Sudah saatnya kita bersikap bijak dengan kembali menggunakan kearifan kaum tani leluhur kita. Jaga keseimbangan dan keharmonisan alam lingkungan kita.
4. Biarlah tanah yang mengatur jenis hewan dan tanaman.
Lokasi tanah yang dikelola menjadi lahan pertanian dan perkebunan ada bermacam-macam: ada rawa-rawa, sawah , dataran kering, tanah perbukitan, tanah pasir, tanah liat maupun tanah berdebu. Kita semua tahu bahwa sebelum dibuka sebagai lahan pertanian maupun perkebunan, tanah-tanah itu mempunyai jenis tumbuhan maupun jenis hewan dan serangga yang berbeda-beda. Tuhan telah mengatur sedemikian rupa sehingga setiap daerah atau lokasi memiliki keunikan jenis tumbuhan maupun binatangnya. Kondisi tanah dengan tumbuhan dan binatangnya itu merupakan satu sistem yang disebut ekosistem.
Cara bertani yang selaras alam merupakan cara bertani yang mempertimbangkan pengelolaan ekosistem secara harmonis dengan memilih jenis-jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah. Para petani perlu secara sengaja dan terencana melaksanakan tata guna lokasi tanah dengan menerapkan pembagian antara lahan pertanian dan perkebunan, lahan terbuka maupun lahan yang terlindung secara proporsional (berimbang) dan relatif dekat dengan bentuk asli daerah tersebut. Demikian juga dalam hal menentukan jenis binatang piaraan, ternak dan ikan yang dibudidayakan.
Kesuburan tanah perlu dijaga untuk menjamin keberhasilan tanaman yang kita tanam. Tetapi berbagai jasad renik yang hidup dalam tanah juga perlu dijaga dan dijamin kelangsungan hidupnya. Oleh sebab itu pemupukan dengan menggunakan limbah pertanian (kompos) maupun limbah ternak (pupuk kandang) sangat dianjurkan. Hal itu semacam untuk memberi makan makhluk-makhluk Tuhan (jasad renik) yang bermukim dalam tanah dan bertugas menjaga kesuburan tanah.
5. Pohon keramat dan keasrian lingkungan pemukiman.
Adanya pohon-pohon besar yang tidak boleh ditebang atau dikeramatkan merupakan ciri khas perdesaan tradisional. Pada Pohon keramat itu diyakini ada sejenis makhluk halus yang tidak kelihatan yang bermukim di situ dan tidak boleh diganggu. Kalau pohon keramat itu ditebang, maka akan berdampak buruk bagi warga desa sekitar pohon tersebut. Ternyata adanya pohon-pohon besar yang dikeramatkan itu ada hubungannya dengan pengelolaan sumber air dan peresapan air tanah serta untuk penyangga stabilitas musim. Pohon-pohon keramat itu dipakai oleh para petani leluhur kita untuk memastikan hujan dan kemarau tidak salah musim. Sehingga rencana kegiatan pertanian tanaman semusim, padi dan palawija bisa dilaksanakan secara teratur dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Sekarang pohon-pohon besar itu sudah ditebang, musim menjadi tidak terkendali, hantu-hantu bergentayangan tidak jelas pemukimannya lagi. Kegiatan bercocok-tanam menjadi kacau, ketahanan pangan menjadi rentan dan badai gampang menyerang rumah-rumah dan tanaman.
Bertani yang selaras alam memerlukan penanaman pohon-pohon keramat di tiap-tiap desa. Adanya hutan desa di tiap-tiap sudut pemukiman yang direncanakan untuk penyangga iklim dan tata air tanah sangat mutlak diperlukan. Perkampungan yang asri bahkan berkesan keramat, justru menjadi ciri khas dari masyarakat petani yang bermartabat yang dihargai dan disegani oleh banyak pihak.
6. Gaya hidup yang mengikuti irama alam semesta.
Kaum tani tradisional membangun budaya masyarakat-tani yang dihubungkan dengan irama alam semesta. Mereka mencoba menghubungkan perubahan posisi bulan dan bintang-bintang dengan nasib sial maupun keberuntungan. Mereka menciptakan ritus-ritus keagamaan yang dihubungkan dengan daya-daya kekuatan alam serta perubahan musim. Mereka membuat berbagai jenis aksi bersama yang diyakini bisa menjaga keseimbangan tatanan alam semesta.
Para sesepuh kaum tani tradisional itu melihat ada hubungan sebab akibat yang secara ajaib terjadi antara alam pikiran manusia dan tatanan alam semesta. Segala hal yang dilakukan manusia yang terlalu melampaui kelaziman, perbuatan yang keterlaluan, yang tidak wajar atau berlebihan dianggap membahayakan tatanan kehidupan.
Gaya hidup yang bersahaja, jujur apa adanya menjadi sangat dianjurkan dan menjadi ciri khas masyarakat-tani. Sikap rendah hati , sopan dan menghargai sesama dipandang sebagai budi pekerti yang luhur. Sementara itu kesombongan dan suka pamer dan bertindak gegabah/sembrono dipandang sebagai prilaku yang buruk. Motto yang digunakan dalam menata ekonomi adalah hemat, cermat dan bersahaja. Dengan demikian kehidupan masyarakat berlangsung rukun – damai dan berkecukupan, ada semangat berbagi yang terus berlangsung. Usaha menumpuk kekayaan bagi diri sendiri dipandang buruk dan dibenci semua orang.
Ringan sama-sama dijinjing dan berat sama-sama dipikul. Pahit sama-sama mencicip dan manis sama-sama menikmati. Gotong royong dalam menanggung beban dan berbagi dalam menikmati hidup merupakan gaya hidup bermasyarakat kaum tani leluhur kita. Seperti itulah gaya hidup masyarakat-tani yang selaras alam dan bisa berkelanjutan.
7. Bertani adalah ibadah kepada Tuhan semesta alam.
Cara bertani yang selaras alam dan berkelanjutan itu merupakan cara kita mengabdi atau beribadah kepada Tuhan semesta alam. Jika pertanian tidak kita lihat sebagai bisnis tetapi sebagai ibadah, maka sikap-sikap kita terhadap alam, hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan akan berubah. Demikian juga sikap kita terhadap sesama. Karena keseluruhan sikap itu kita maknai sebagai ekspresi sembah dan hormat kita kepada Sang Khalik, Pencipta alam semesta.
Cara bertani selaras alam sesungguhnya adalah persembahan yang harum bagi Tuhan. Ungkapan sembah dalam kata sudah mudah dilakukan oleh semua. Ungkapan sembah dengan karya adalah ibadah yang sesungguhnya yang sangat patut kita perjuangkan bersama. Semoga .

http://sosbud.kompasiana.com/2012/10/04/bertani-yang-selaras-dengan-alam-dan-berkelanjutan-498668.html
Read More..

PELUANG USAHA PETERNAKAN BISA MENGHASILKAN UANG BERLIMPAH


ANEKA PETERNAKANPeluang Usaha ? Bingung mencarinya….?
Anda tidak perlu pusing mencari peluang usaha, apalagi peluang usaha yang menghasilkan banyak uang. Sederet peluang usaha yang dapat menghasilkan uang berjuta-juta rupiah per bulan, selama manusia hidup, akan selalu ada.
Apa yang perlu anda lakukan dengan seabreg tawaran peluang usaha yang selalu ada di sekitar lingkungan anda ? Jangan keburu bingung menentukan langkah pertama anda. Ini jurus pertama yang harus anda lakukan dan miliki….apa ya ? Bukan modal besar yang  harus anda persiapkan pertama….Para ahli, para pakar, dan saya sendiri meyakini bahwa langkah pertama dan harus dimiliki adalah Niat, Kemauan atau Tekad yang kuat, ya….itu yang utama. Percuma dengan beribu peluang usaha yang ada, tapi anda hanya terpukau melihat peluang tersebut lewat begitu saja. Peluang Usaha tidak akan menghasilkan uang atau mendatangkan kepuasan dengan hanya melamun atau diam berpangku tangan saja…Percaya deh…Kalo gak percaya gimana ? Buktikan saja sendiri…

Orang bijak bilang, apabila kita sudah memiliki niat dan tekad yang disertai dengan usaha tentunya, dalam mengejar peluang, peluang apapun itu, maka setengah dari keberhasilan sudah ada di genggaman tangan kita….wow keren juga ya…
Ok ya kita lanjut,…pada kesempatan ini saya coba sharing sedikit dari begitu banyaknya peluang usaha yang ada dan menjanjikan hasil berupa uang yang melimpah. Tengoklah halaman rumah anda, halaman depan, halaman samping, atau mungkin halaman belakang. Apakah dhalaman kosongibiarkan fungsi halaman rumah anda menjadi sekedar menyimpan tanaman hias ? Atau mungkin menyimpan barang-barang bekas tidak terpakai ? Atau hanya ditanami aneka pohon yang anda sendiri bingung fungsinya buat apa…Atau bahkan dibiarkan menjadi lahan yang tidak terurus….Kalau sampai demikian,…..hmmm….sangat disayangkan. Sudah saatnya halaman rumah anda seluas apapun, dijadikan lahan yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, buat sekedar dikonsumsi sendiri atau bahkan syukur-syukur menghasilkan value atau nilai uang yang banyak bagi anda. Why not..? Kenapa tidak ?…..kita lanjut ya….
Peluang usaha yang saya sarankan untuk memanfaatkan halaman kosong tersebut adalah usaha atau budi daya hewan ternak. Silahkan pilih : ternak kambing, ternak lele, ternak ayam, ternak kelinci, terserah anda pilih yang mana. Kenapa usaha peternakan disebut sebagai peluang usaha yang dapat mendatangkan uang jutaan bahkan puluhan juta per bulan bagi anda ?  Hanya dari memanfaatkan lahan kosong di halaman rumah anda ?
Bagi sebagian besar orang, mungkin termasuk anda, masih menganggap usaha peternakan identik dengan ‘aroma’ yang tidak sedap alias bau dari limbah kotoran ternak, atau suatu usaha yang menyulitkan karena anda harus repot mencari atau  menyediakan pakan untuk ternak….Apalagi kalau anda beternak kambing, beuuh…..lingkungan jadi bau,  belum lagi harus cari rumput buat makannya. Penderitaan bertambah kalo memasuki musim kemarau, kita akan dipusingkan mencari rumput yang hijau karena rata-rata rumput pada kering semua……Kalau sudah begitu, biasanya rasa malas datang dengan mudah…..

Lhaa, jadi sekarang gimana nih……..?
Sabaaar, besok saya sambung lagi ya brow……
================================================================== bersambung
Berbicara tentang prospek usaha peternakan, anda tidak perlu khawatir…..Anda tidak perlu takut hasil ternak tidak laku dijual. Masih segar dalam ingatan kita, beberapa waktu lalu  kisruhnya urusan impor sapi, …..memalukan memang, Indonesia yang notabene negara agraris ternyata masih harus melakukan impor komoditi-komoditi pertanian dan peternakan. Konon menurut beberapa sumber, Indonesia harus selalu impor setidaknya 450.000 ekor sapi dan daging berikut jeroan 42.000 ton setiap tahunnya….wow. Ini menandakan betapa besarnya potensi konsumsi daging hasil peternakan secara nasional.  Bayangkan saja oleh anda berapa banyak jumlah daging yang dijadikan konsumsi masyarakat setiap harinya, baik dalam bentuk sate, gule, soto, maupun bentuk olahan kuliner lainnya, dan pernahkah anda menghitung berapa juta ekor hewan baik sapi maupun kambing yang setiap tahun dijadikan hewan qurban saat Idul Adha ?
Sangat disayangkan sekali bahwa tingginya tingkat kebutuhan nasional terhadap produk peternakan tersebut ternyata tidak diimbangi oleh naiknya kegiatan usaha peternakan secara nasional. Berdasarkan tabel data hasil Sensus Pertanian tahun 2013 berikut, cobalah anda  lihat grafik batang yang membandingkan usaha di bidang peternakan yang malah dalam 10 tahun terakhir turun sangat drastis :
Image 1Naah…apa kesimpulan kita ? Artinya,….di situlah justru Peluang Usaha Peternakan sangat terbuka dan punya potensi yang masih sangat, sangat besar.  Tunggu apa lagi..?
Untuk memulai usaha peternakan, apalagi di saat sekarang ini, anda jangan khawatir dengan masalah teori, teknik dan segala sesuatu dengan ilmu peternakan. Kita tidak perlu berkecil hati apalagi takut gagal. Ilmu tentang peternakan dan ahli-ahli peternakan jebolan perguruan tinggi sudah banyak bertebaran dimana-mana.
Kesulitan dan hambatan-hambatan dalam kegiatan peternakan pun sekarang sudah ada jalan keluarnya, seperti yang dipraktekkan dan dilaksanakan oleh PT. HCS dengan Pola Peternakan Organik HCS-nya. Kita tidak perlu khawatir dengan berkurangnya ketersediaan rumput saat kemarau, sehingga kita harus ngarit kemana-mana, masalah bau dari limbah kotoran ternak yang mencemari lingkungan, atau tingkat kematian yang tinggi hewan ternak karena terserang penyakit, atau masalah pertumbuhan yang begitu lambat.  Melalui pola HCS, anda tidak perlu ngarit dan angon, bau kotoran ternak pun tidak keras seperti cara konvensional, kesehatan hewan ternak dan lingkungan akan tetap terjaga, dan pertumbuhan hewan pun akan pesat, dengan demikian out put produk hewan ternak akan tinggi dan menghasilkan uang yang berlimpah tentunya….
Sekarang tergantung keputusan anda…..Namun saran saya, seperti di awal tulisan ini, jangan hanya diam saja….ayo bergerak dan raih peluang usaha yang sudah ada di depan mata ini…!

http://organichcs.com/2014/01/24/peluang-usaha-peternakan-bisa-menghasilkan-uang-berlimpah/
Read More..

Agribisnis


Usaha tani seringkali memerlukan modal besar untuk menekan risiko gangguan alam, seperti pembuatan tudung plastik raksasa ini.
Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan "hulu" dan "hilir" mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Dalam konteks manajemen agribisnis di dalam dunia akademik, setiap elemen dalam produksi dan distribusi pertanian dapat dijelaskan sebagai aktivitas agribisnis. Namun istilah "agribisnis" di masyarakat umum seringkali ditekankan pada ketergantungan berbagai sektor ini di dalam rantai produksi.[1]
Istilah "agribisnis" diserap dari bahasa Inggris: agribusiness, yang merupakan lakuran dari agriculture (pertanian) dan business (bisnis). Dalam bahasa Indonesia dikenal pula varian anglisismenya, agrobisnis.
Objek agribisnis dapat berupa tumbuhan, hewan, ataupun organisme lainnya. Kegiatan budidaya merupakan inti (core) agribisnis, meskipun suatu perusahaan agribisnis tidak harus melakukan sendiri kegiatan ini. Apabila produk budidaya (hasil panen) dimanfaatkan oleh pengelola sendiri, kegiatan ini disebut pertanian subsisten, dan merupakan kegiatan agribisnis paling primitif. Pemanfaatan sendiri dapat berarti juga menjual atau menukar untuk memenuhi keperluan sehari-hari.
Dalam perkembangan masa kini agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja karena pemanfaatan produk pertanian telah berkaitan erat dengan farmasi, teknologi bahan, dan penyediaan energi.
FAO memiliki bagian yang beroperasi penuh pada pengembangan agribisnis yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan industri pangan di negara berkembang.[2]

Ruang lingkup

Agribisnis dapat mencakup bisnis yang memproduksi benih dan bahan kimia pertanian (seperti Dow AgroSciences, DuPont, Monsanto, dan Syngenta), pakan ternak, alat dan mesin pertanian (seperti John Deere), pemrosesan bahan pertanian, produksi biofuel, hingga wisata pertanian (seperti Purina Farms).
Biofuel yang dihasilkan dari tanaman pertanian saat ini mendapatkan perhatian masyarakat umum dan kaum akademisi karena isu perubahan iklim yang semakin intens dan peningkatan harga bahan bakar fosil. Di Eropa dan Amerika Serikat, penelitian dan produksi biofuel telah menjadi kewajiban yang diatur oleh undang-undang.[3]

Studi

Studi agribisnis seringkali datang dari bidang akademik ekonomi pertanian dan manajemen, yang dapat disebut dengan manajemen agribisnis.[1] Untuk meningkatkan pengembangan pada keekonomian bahan pangan, berbagai lembaga pemerintah mendukung penelitian dan publikasi studi keekonomian yang menjelajahi agribisnis dan praktek agribisnis. Federation of International Trade Associations (FITA) adalah salah satu lembaga internasional yang mempublikasikan hasil studi mengenai ekspor bahan pangan antar negara.[4]
Di Indonesia, program studi Agribisnis dipelajari di berbagai perguruan tinggi:
  • Institut Pertanian Bogor melalui program studi Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen.
  • Universitas Padjadjaran melalui program studi Agribisnis Fakultas Pertanian
  • Universitas Jambi melalui program studi Agribisnis Fakultas Pertanian
http://id.wikipedia.org/wiki/Agribisnis
Read More..

perkembangan spu

SEJARAH SISTEM PERIODIK UNSUR
Sistem periodik adalah suatu tabel berisi identitas unsur-unsur yang dikemas secara berkala dalam bentuk periode dan golongan berdasarkan kemiripan sifat-sifat unsurnya.

File:The Shannon Portrait of the Hon Robert Boyle.jpg
Robert Boyle adalah orang pertama yang memberikan tentang definisi bahwa unsur adalah suatu zat yang tidak dapat lagi dibagi-bagi menjadi dua zat atau lebih dengan cara kimia. Sejak itu orang dapat menyimpulkan bahwa unsur-unsur mempunyai sifat yang jelas dan ada kemiripan diantara sifat-sifat unsur itu.
1. Pengelompokkan Unsur Menurut Antoine Lavoisier
Setelah Boyle memberi penjelasan tentang konsep unsur, Lavoiser pada tahun 1769 menerbitkan suatu daftar unsur-unsur. Lavoiser membagi unsur-unsur dalam unsur logam dan non logam. Pada waktu itu baru dikenal kurang lebih 33 unsur. Pengelompokan ini merupakan metode paling sederhana , dilakukan. Pengelompokan ini masih sangat sederhana karena antara unsur – unsur logam sendiri masih banyak perbedaan.
Perbedaan Logam dan Non Logam
Logam Non Logam
  1. Berwujud padat pada suhu kamar (250), kecuali raksa (Hg)
  2. Mengkilap jika digosok
  3. Merupakan konduktor yang baik
  4. Dapat ditempa atau direnggangkan
  5. Penghantar panas yang baik
  1. Ada yang berupa zat padat, cair, atau gas pada suhu kamar
  2. Tidak mengkilap jika digosok, kecuali intan (karbon)
  3. Bukan konduktor yang baik
  4. Umumnya rapuh, terutama yang berwujud padat
  5. Bukan penghantar panas yang baik
Ternyata, selain unsur logam dan non-logam, masih ditemukan beberapa unsur yang memiliki sifat logam dan non-logam (unsur metaloid), misalnya unsur silikon, antimon, dan arsen. Jadi, penggolongan unsur menjadi unsur logam dan non-logam masih memiliki kelemahan.
KELEBIHAN & KEKURANGAN  Unsur Menurut Antoine Lavoisier
(+) KELEBIHAN :
+ Sudah Mengelompokkan 33 unsur berdasarkan sifat kima, sehingga bisa dijadikan referensi bagi ilmuwan     setelahnya
(-) KELEMAHAN :
- Pengelompokannya masih terlalu umum
2. Pengelompokkan Unsur Menurut Johann Wolfgang Dobereiner
Johann Wolfgang Döbereiner.jpg
Dobereiner adalah orang pertama menemukan hubungan antara sifat unsur dengan massa atom relatifnya. Unsu-unsur dikelompokkan berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya. Setiap kelompok terdiri atas tiga unsur, sehingga disebut triade. Di dalam triade, unsur ke-2 mempunyai sifat-sifat yang berada di antara unsur ke-1 dan ke-3 dan memiliki massa atom sama dengan massa rata-rata unsur ke-1 dan ke-3.
Jenis Triade :
  • Triade Litium(Li), Natrium(Na), Kalium(k)
  • Triade Kalsium(Ca), Stronsium(Sr), Barium(Br)
  • Triade Klor(Cl), Brom(Br), Iodium(I)
Tabel pengelompokan unsur-unsur menurut Triade Dobereiner
KELEBIHAN & KEKURANGAN Pengelompokkan Unsur Menurut Johann Wolfgang Dobereiner
(+) KELEBIHAN :
+ Keteraturan setiap unsur yang sifatnya mirip massa atom (Ar) unsur yang kedua (Tengah) merupakan massa atom rata -rata di  massa atom unsur pertama dan ketiga
(-) KEKURANGAN
- Kurang efisien karena ada beberapa unsur lain yang tidak termasuk dalam kelompok Triade padahal sifatnya sama dengan unsur di dalam kelompok triade tersebut.
3. Pengelompokan Unsur Menurut John Newlands
Triade Debereiner mendorong John Alexander Reina Newlands untuk melanjutkan upaya pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom dan keterkaitannya dengan sifat unsur.
Menurut Newlands, jika unsur-unsur diurutkan letaknya sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat unsur akan terulang pada tiap unsur kedelapan. Keteraturan ini sesuai dengan pengulangan not lagu (oktaf) sehingga disebut Hukum Oktaf (law of octaves). Tabel berikut menunjukkan pengelompokan unsur berdasarkan hukum Oktaf Newlands.
(-)KELEMAHAN :
- dalam kenyataanya mesih di ketemukan beberapa oktaf yang isinya lebih dari delapan unsur. Dan penggolonganya ini tidak cocok untuk unsur yang massa atomnya sangat besar.
4. Pengelompokan Unsur Menurut Dmitri Mendeleev
Dmitri Ivanovich Mendeleev pada tahun 1869 melakukan pengamatan 63 unsur yang sudah dikenal dan mendapatkan hasil bahwa sifat unsur merupakan fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Sifat tertentu akan berulang secara periodik apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Mendeleev selanjutnya menempatkan unsur-unsur dengan kemiripan sifat pada satu lajur vertikal yang disebut golongan. Unsur-unsur juga disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dan ditempatkan dalam satu lajur yang disebut periode.
  Tabel pengelompokan menurut Mendeleev
 
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN:
(+) KELEBIHAN :
+ Sistem Periodik Mendeleev menyediakan beberapa tempat kosong untuk unsur-
unsur yang belum ditemukan.
+ meramalkan sifat-sifat unsur yang belum diketahui.
Pada perkembangan selanjutnya, beberapa unsur yang ditemukan ternyata cocok
dengan prediksi Mendeleev.
(-) KELEMAHAN :
- Masih terdapat unsur – unsur yang massanya lebih besar letaknya di depan unsur yang massanya lebih kecil.
-  Adanya unsur-unsur yang tidak mempunyai kesamaan sifat dimasukkan dalam satu
golongan, misalnya Cu dan Ag ditempatkan dengan unsur Li, Na, K, Rb dan Cs.
- Adanya penempatan unsur-unsur yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom.
http://bisakimia.com/2014/03/04/sejarah-perkembangan-sistem-periodik-unsur-spu/
diunduh pukul 6:13 30 okt 2014
Read More..

Selasa, 30 September 2014

Fiqih Ringkas Idul Adha dan Qurban


Idul Qurban atau Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Muslim yang ditetapkan oleh agama. Di hari tersebut, disyariatkan ibadah udhiyah atau dikenal dengan ibadah qurban, yaitu menyembelih hewan qurban dengan aturan tertentu, dalam rangka taqarrub kepada Allah Ta’ala. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih” (HR. Tirmidzi 632, Ad Daruquthni 385, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 1/440)
Di hari itu juga disyariatkan bahkan dianjurkan untuk berbahagia dan bergembira ria. Sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik Radhiallahu’anhu:
قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال ما هذان اليومان قالوا كنا نلعب فيهما في الجاهلية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الأضحى ويوم الفطر
Di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam baru hijrah ke Madinah, warga Madinah memiliki dua hari raya yang biasanya di hari itu mereka bersenang-senang. Rasulullah bertanya: ‘Perayaan apakah yang dirayakan dalam dua hari ini?’. Warga madinah menjawab: ‘Pada dua hari raya ini, dahulu di masa Jahiliyyah kami biasa merayakannya dengan bersenang-senang’. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian dengan yang lebih baik, yaitu Idul Adha dan ‘Idul Fithri’ ” (HR. Abu Daud, 1134, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud, 1134)
Sunnah-Sunnah Di Hari Idul Adha
  1. Mandi. Dalilnya:
    أن رجلا سأل عليا ، رضي الله عنه ، عن الغسل ، فقال : غتسل كل يوم إن شئت ، قال : لا بل الغسل, قال اغتسل كل يوم جمعة ، ويوم الفطر ، ويوم النحر ، ويوم عرفة
    Seorang lelaki bertanya kepada Ali radhiallahu’anhu tentang mandi, ia menjawab: ‘Mandilah setiap hari jika engkau mau’. Lelaki tadi berkata: ‘bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi’. Ali menjawab: ‘Mandi di hari Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah’” (HR. Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Al Irwa 1/177)
  2. Memakai pakaian yang terbaik. Sebagaimana diriwayatkan dari Nafi':
    أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَلْبَسُ فِي الْعِيدَيْنِ أَحْسَنَ ثِيَابِهِ
    Ibnu Umar biasa mengenakan bajunya yang terbaik pada Idul Fitri dan Idul Adha” (HR. Al Baihaqi 6143, dishahihkan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 2/510)
  3. Tidak makan hingga kembali dari shalat Id. Dalilnya hadits Buraidah:
    كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلم لا يخرجُ يومَ الفطرِ حتَّى يَطعَم ، ويومَ النحرِ لا يأكل حتَّى يرجعَ فيأكلَ من نَسِيكتِهِ
    Nabi Shallallahu’alahi Wasallam biasanya tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga makan terlebih dahulu, dan tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau kembali dari shalat, lalu makan dengan daging sembelihannya” (HR. Muslim 1308)
  4. Mengambil jalan yang berbeda ketika pergi shalat Id. Dalilnya hadits Jabir:
    كان النبي – صلى الله عليه وسلم – إذا كان يوم عيدٍ خالَفَ الطريقَ
    Nabi Shallallahu’alahi Wasallam biasanya ketika hari Id mengambil jalan yang berbeda antara pulang dan pergi” (HR. Bukhari 986)
  5. Sebagian ulama menganjurkan untuk menyegerakan pelaksanaan shalat Idul Adha, dengan kata lain jika dimulai lebih pagi itu lebih baik. Diriwayatkan secara mursal bahwa:
    كتَب إلى عمرِو بنِ حزْمٍ وهو بنَجْرانَ عجِّلِ الأضحى وأخِّرِ الفطرَ وذكِّرِ الناسَ
    Nabi Shallallahu’alahi Wasallam mengirim surat kepada Amr bin Hazm ketika ia di Najran agar ia menyegerakan shalat Idul Adha dan mengakhirkan shalat Idul Fitri dan mengingatkan manusia”(HR. Al Baihaqi 3/282). Pada Idul Fitri tujuannya untuk melonggarkan waktu pembayaran zakat fitri, sedangkan pada Idul Adha untuk menyegerakan penyembelihan sehingga waktunya lebih luas (Mulakhash Fiqhi, 1/270)
Shalat Id
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum shalat Id, sebagian mengatakan wajib, sebagian ulama mengatakan hukumnya sunnah. Oleh karena itu, setiap muslim yang tidak memiliki uzur dan halangan hendaknya bersemangat untuk menjalankan ibadah ini. Terlebih lagi, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan para wanita yang sedang haid dan wanita yang dipingit untuk hadir di lapangan walau mereka tidak ikut shalat Id. Sebagaimana hadits dari Ummu ‘Athiyyah radhiallahu’anha :
أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نخرج ذوات الخدور يوم العيد قيل فالحيض قال ليشهدن الخير ودعوة المسلمين قال فقالت امرأة يا رسول الله إن لم يكن لإحداهن ثوب كيف تصنع قال تلبسها صاحبتها طائفة من ثوبها
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan wanita yang dipingit (juga wanita yang haid) pada hari Ied, untuk menyaksikan kebaikan dan seruan kaum muslimin. Kemudian seorang wanita berkata: ‘Wahai Rasulullah jika diantara kami ada yang tidak memiliki pakaian, lalu bagaimana?’. Rasulullah bersabda: ‘Hendaknya temannya memakaikan sebagian pakaiannya‘” (HR. Abu Daud, no.1136. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud)
Tata Cara Shalat Id
  • Tidak ada adzan dan iqamah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Jabir Radhiallahu’anhuma :
    لم يكن يُؤذَّن يوم الفطر ولا يوم الأضحى
    Tidak pernah ada adzan pada shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha” (HR. Bukhari 960, Muslim 886)
  • Tata cara shalat Id umumnya sama seperti shalat biasa. Hanya saja ia dikerjakan sebanyak dua rakaat. Dan bertakbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama, atau 5 kali pada rakaat kedua, sebelum membaca yang lain, tidak termasuk takbiratul ihram, takbir intiqal dan takbir untuk rukuk. Dalilnya hadits ‘Aisyah:
    أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – كان يكبر في الفطر والأضحى: في الأولى سبع تكبيرات، وفي الثانية خمساً، سوى تكبيرتي الركوع
    Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam biasanya bertakbir pada shalat Idul Fitri dan Idul Adha 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua, tidak termasuk takbir untuk rukuk” (HR. Abu Daud 1150, Ibnu Majah 1280, dishahihkan Al Albani dalam Al Irwa 639)
  • Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam biasanya membaca surat Al A’laa dan Al Ghasiyah terutama jika hari Id jatuh pada hari Jum’at, atau terkadang juga surat Qaf dan Al Qamar (lihat hadits Muslim 878, 891).
  • Diikuti dengan khutbah setelah selesai shalat. Dalilnya hadits Ibnu Abbas:
    شهدتُ العيد مع رسول الله – صلى الله عليه وسلم – وأبي بكر وعمر وعثمان رضي الله عنهم، فكلهم كانوا يُصَلُّون قبل الخُطبة
    Aku ikut shalat Id bersama Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiallahu’anhum. Mereka semua shalat sebelum khutbah” (HR. Bukhari 962, Muslim 884).
    Mendengarkan khutbah hukumnya sunnah dan tidak berpengaruh pada keabsahan shalat Id. Beradasarkan hadits:
    إنَا نخطب، فمن أحب أن يجلس للخطبة فليجلس، ومن أحب أن يذهب فليذهب
    Aku (Rasulullah) akan berkhutbah. Siapa yang ingin duduk mendengarkan, silakan. Siapa yang ingin pergi, juga silakan” (HR. Abu Daud 1155, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami 2289)
  • Tidak ada shalat khusus sebelum (qabliyah) atau setelah (ba’diyah) shalat Id. Dalilnya hadits Ibnu ‘Abbas :
    أن النبي – صلى الله عليه وسلم – صلى يوم الفطر ركعتين، لم يُصَلِّ قبلَها ولا بعدها
    Nabi Shallallahu’alahi Wasallam shalat di hari Idul Fitri dua rakaat tanpa menyambung dengan shalat sebelum atau sesudahnya” (HR. Bukhari 989)
  • Jika Idul Adha jatuh pada hari Jum’at, boleh meninggalkan shalat Jum’at pada siang harinya, dengan kata lain cukup shalat Zhuhur saja. Namun jika tetap melaksanakan shalat Jum’at juga diperbolehkan. Dalilnya hadits Zaid bin Arqam:
    أنه صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ صلَّى العيدَ ، ثم رخَّص في الجمعةِ ، فقال : من شاء أن يُصلِّيَ فلْيُصلِّ
    Nabi Shallallahu’alahi Wasallam shalat Id, lalu beliau memberi keringanan untuk tidak melakukan shalat Jum’at, tapi beliau bersabda: ‘siapa yang ingin shalat, silakan’” (HR. Abu Daud 1070, An Nasa’1 3/194, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)
Takbiran Idul Adha
Allah Ta’ala berfirman:
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
Sebutlah nama Allah pada hari-hari yang ditentukan” (QS. Al Baqarah: 203).
Para ulama berbeda pendapat mengenai tafsiran ayat ‘hari-hari yang ditentukan‘. Yang shahih, sesuai dengan riwayat shahih yang keluarkan Ibnu Abi Syaibah (2/165) dari Ali radhiallahu’anhu bahwasanya takbiran Idul Adha dilakukan sejak subuh tanggal 9 Dzulhijjah hingga setelah shalat Ashar tanggal 13 Dzulhijjah (Al Wajiz, 1/160).
Ibadah Udhiyah
Al Udhiyah atau an nusuk atau an nahr atau biasa disebut ibadah qurban adalah ibadah yang agung yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Ia berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Shalatlah kepada Rabb-mu dan berqurbanlah” (QS. Al Kautsar: 2)
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya, sebagian mengatakan hukumnya wajib bagi yang mampu, dan sebagian mengatakan sunnah muakkad. Oleh karena itu, selayaknya orang yang mampu berqurban tidak lalai dari ibadah ini. Diantara dalilnya adalah, sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
من كان له سِعَةٌ ولم يُضَحِّ فلا يَشهدْ مصلَّانا
Barangsiapa memiliki kelapangan, namun ia tidak berqurban, maka janganlah datangi mushalla kami” (HR. Ahmad 1/312, Ibnu Majah 3123, dihasankan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)
Hewan Qurban
Hewan yang disembelih dalam ibadah qurban adalah bahiimatul an’am, yaitu unta, sapi, kambing, dan domba. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap bahimatul an’am yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” (QS. Al Hajj: 34)
Unta lebih utama, lalu setelah itu sapi, karena lebih berharga dan lebih banyak dagingnya sehingga memberikan manfaat (Mulakhash Fiqhi,1/449).
Sembelihan seekor sapi mencukupi untuk 7 orang dan sembelihan seekor unta mencukupi untuk 10 orang. Berdasarkan hadits:
كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر ، فحضر الأضحى ، فاشتركنا في البقرة سبعة ، وفي البعير عشرة
Kami pernah bersafar bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, kemudian tiba hari Idul Adha. Maka kami patungan bertujuh untuk sapi, dan bersepuluh untuk unta” (HR. Tirmidzi 1501, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi 905)
Sedangkan sembelihan seekor kambing atau domba untuk satu orang shahibul qurban, namun pahalanya untuk ia dan seluruh keluarganya sekaligus. Sebagaimana hadits Atha bin Yasar:
كيف كانتِ الضحايا على عهدِ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فقال كان الرجلُ يُضحِّي بالشاةِ عنه وعن أهلِ بيتِه، فيأكُلونَ ويطعَمونَ حتى تَباهى الناسُ فصارَتْ كما تَرى
Bagaimana para sahabat berqurban di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam? Abu Ayyub Al Anshari menjawab: ‘Ada yang pernah menyembelih seekor domba untuk dirinya dan keluarganya. Mereka akan makan sebagiannya dan menyedekahkan sebagiannya. Sehingga jadilah seperti yang engkau lihat’” (HR. Tirmidzi 1505, ia berkata: ‘hasan shahih’)
Adapun hewan yang dijadikan sembelihan qurban, tidak boleh memiliki kekurangan yang disebut dalam hadits:
أربع لا تجزئ في الأضاحي العوراء البين عورها ، والمريضة البين مرضها ، والعرجاء البين ظلعها ، والكسير التي لا تنقى
Empat hal yang tidak boleh ada pada hewan qurban : dipastikan ia sakit buta, dipastikan ia sakit, dipastikan ia pincang, atau ia kurus sekali” (HR. Ahmad 18139, Ibnu Majah 3143, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)
Waktu Penyembelihan
Penyembelihan hewan qurban dapat dilakukan dalam rentang waktu 4 hari, dimulai setelah shalat Idul Adha hingga beakhir setelah ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Diluar rentang waktu ini maka tidak sah. Dalilnya adalah hadits Barra’ bin ‘Adzib:
مَن ذبح قبل الصلاة فليس مِن النسك في شيء، وإنما هو لحم قَدَّمه لأهله
Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat Idul Adha, maka itu tidak dianggap nusuk (qurban). Itu hanya sekedar daging biasa untuk dimakan keluarganya” (HR. Bukhari 5560, Muslim 1961)
Juga hadits:
كل أيام التشريق ذبح
Pada hari-hari tasyriq, boleh menyembelih” (HR. Ahmad 4/8, dihasankan oleh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2476)
Tata Cara Penyembelihan
  1. Wajib membaca basmalah, dan disunnahkan bertakbir. Lalu meletakkan kaki pada leher hewan sembelihan. Dalilnya:
    وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ
    Jangan kalian makan sembelihan yang tidak disebut nama Allah atasnya, karena itu adalah kefasikan” (QS. Al An’am: 121)
    Juga hadits:
    ضَحَّى النبي – صلى الله عليه وسلم – بكبشين أملحين أقرنين، ذبحهما بيده، وسَمًى وكَبَّر، ووضع رجله على صِفَاحِهما
    Nabi Shallallahu’alahi Wasallam berqurban dengan dua kambing kibasy berwarna putih lagi panjang tanduknya. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir serta meletakkan kaki beliau diatas leher keduanya” (HR. Bukhari 5558, Muslim 1966)
  2. Disunnahkan menyebut nama shahibul qurban. Sebagaimana praktek Nabi ketika berqurban beliau bersabda:
    اللهم هذا عني، وعمّن لم يُضحِّ من أمتي
    Ini qurban dariku dan umatku yang tidak bisa berqurban” (HR. Al Hakim 7629, dishahihkan Al Albani dalam Syarah At Thahawiyah 456)
  3. Gunakan pisau yang tajam sehingga cepat putus dengan demikian hewan qurban tidak terlalu lama merasakan sakit, dan tenangkan hewan sebelum di sembelih. Dalilnya:
    وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبح . وليحد أحدكم شفرته . فليرح ذبيحته
    Jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya kalian menajamkan pisau dan hendaknya ia menenangkan hewan sembelihannya” (HR. Muslim 1995)
Sunnah-Sunnah Dalam Ibadah Qurban
  1. Penyembelihan dilakukan dilapangan. Dalilnya hadits Ibnu Umar:
    كان – صلى الله عليه وسلم – يُضحي بالمُصلى
    “Biasanya Nabi Shallallahu’alahi Wasallam berqurban dilapangan” (HR. Bukhari 5552)
  2. Shahibul qurban dianjurkan menyembelih dengan tangan sendiri atau boleh diwakilkan kepada orang lain namun menyaksikan penyembelihannya (Ahkamul Idain, 1/77)
  3. Shahibul qurban dianjurkan memakan daging sembelihannya dan mensedekahkan sebagian yang lain. Dalilnya sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tentang hal ini :
    كلوا وادّخروا وتصدّقوا
    Makanlah, simpanlah dan sedekahkanlah” (HR. Bukhari 5569, Muslim 1971)

    http://kangaswad.wordpress.com/2012/10/19/fiqih-ringkas-idul-adha-dan-qurban/
Read More..

Selasa, 16 September 2014

humorous :-)




Humor - Cerita Lucu - Ujian Ulangan


Setelah ujian akhir, tiga orang mahasiswa kedokteran dinyatakan tidak lulus pada mata kuliah anatomi manusia. Kemudian mereka menghadap dosen penguji untuk diperbolehkan mengikuti ujian ulang. Dosen itupun menyetujui dan ditentukan tanggal dan lokasinya.

Setelah tiba waktunya, dosen tersebut menyiapkan sebuah kamar dan ditidurkan seorang wanita setengah baya dalam keadaan bugil. Kemudian ketiga orang mahasiswa tersebut secara bergantian masuk ke kamar (tidak boleh pegang-pegang/meraba) dan meneliti anatomi wanita dimaksud.
Kemudian terjadi tanya jawab:

Dosen: Sudahkah kamu meneliti wanita di kamar itu?
Mahasiswa 1: Sudah.
Dosen: Perhatikan bahwa wanita itu mempunyai 2 mulut (atas dan bawah), manakah yang lebih tua mulut atas atau mulut bawah?
Mahasiswa 1: Lebih tua mulut yang atas, Pak.
Dosen    : Alasannya apa?
Mahasiswa 1 : Karena mulut yang atas sudah tumbuh banyak gigi, sedangkan mulut yang bawah baru tumbuh satu gigi?
Dosen    : Oke kamu saya nyatakan lulus.

Selanjutnya dipanggil mahasiswa 2.
Dosen    : Sudahkah kamu meneliti wanita di kamar itu?
Mahasiswa 2 : Sudah.
Dosen    : Perhatikan bahwa wanita itu mempunyai 2 mulut (atas dan bawah), manakah yang lebih tua mulut atas atau mulut bawah?
Mahasiswa 2 : Lebih tua mulut yang bawah, Pak
Dosen    : Alasannya apa?
Mahasiswa 2 : Karena mulut yang bawah sudah banyak ditumbuhi bulu, sedangkan mulut yang atas tidak ada bulunya?
Dosen    : Oke kamu saya nyatakan lulus.

Selanjutnya dipanggil mahasiswa 3. Dengan rasa dag dig dug mahasiswa ini melangkah masuk, dan berharap bahwa dosen itu tidak menanyakan lagi soal mulut, sebab dua alasan yang masuk akal sudah di pakai oleh kawannya.
Dosen    : Sudahkah kamu meneliti wanita di kamar itu?
Mahasiswa 3 : Sudah.
Dosen    : Perhatikan bahwa wanita itu mempunyai 2 mulut (atas dan bawah), manakah yang lebih tua mulut atas atau mulut bawah?
Mahasiswa 3 : Lebih tua mulut yang atas, Pak.
Dosen    : Alasannya apa?
Mahasiswa 3 : Karena mulut yang atas sudah tidak "ngedot" lagi, sedangkan mulut yang bawah masih suka "ngedot"
Dosen    : Oke kamu saya nyatakan lulus dengan Cum Laude. 

http://sarashinta.8k.com/humorceritadewasa_ujian-ulangan.html
Read More..